JAKARTA — Wakapolri Komjen Wahyu BARU SAJA menyerukan perang total terhadap premanisme dan pungutan liar. Janji itu disampaikan langsung di hadapan pelaku usaha. Penegakan hukum disebut jadi kunci utama.
"Tidak ada ruang bagi preman dan pemeras," tegas Wahyu dalam konfirmasi resmi, Selasa. Instruksi ini berlaku nasional. Seluruh jajaran diminta bergerak cepat.
Langkah Konkret yang Disiapkan
Wakapolri menegaskan penindakan tidak setengah hati. Setiap laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti. Tidak ada tebang pilih. Aparat yang terlibat akan dicopot.
- Operasi khusus diberlakukan di kawasan industri dan pelabuhan.
- Hotline pengaduan pungli dibuka 24 jam di tiap polda.
- Tim gabungan diterjunkan ke titik rawan premanisme.
- Sanksi tegas menanti oknum polisi yang membekingi.
Menurut Wahyu, kepastian hukum adalah fondasi iklim usaha sehat. Investor butuh rasa aman. Pengusaha kecil paling sering jadi korban. Pungutan gelap membunuh daya saing mereka.
Respons Dunia Usaha
Kalangan pengusaha menyambut baik janji ini. Namun mereka menuntut bukti di lapangan. Selama ini pungli dianggap momok yang sulit diberantas.
Saksi mata di sejumlah daerah mengaku masih menemukan praktik serupa. Mereka berharap operasi kali ini bukan sekadar pencitraan. Pengawasan publik dinilai penting.
Wakapolri meminta masyarakat melapor tanpa takut. Identitas pelapor dijamin. Pengaduan bisa lewat kanal resmi maupun langsung ke pos polisi terdekat.
Perintah ke Seluruh Jajaran
Instruksi ini mengikat semua kapolda dan polres. Evaluasi berkala akan dilakukan. Daerah dengan kasus tinggi jadi prioritas pengawasan.
"Kecepatan dan akurasi jadi ukuran," ujar Wahyu. Ia menekankan premanisme bukan sekadar kejahatan jalanan. Jaringan pemerasan sering menembus sektor logistik dan konstruksi.
Polri juga akan bersinergi dengan pemda dan kejaksaan. Penindakan hukum diharapkan memberi efek jera. Tidak ada toleransi bagi pelaku maupun pelindung.
Perkembangan terbaru akan terus dipantau. Masyarakat diminta aktif melapor. Dengan begitu, janji perang total ini bisa terukur dan terasa nyata. Situasi darurat premanisme harus segera diakhiri.
Comments (0)