BARU SAJA — Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni membantah tegas kabar yang menyebut ada anggota DPR dari fraksinya mengusulkan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyatakan surat yang beredar itu hoaks dan tidak pernah diterbitkan resmi oleh partai.
"Itu hoaks. Tidak ada," kata Sahroni saat dikonfirmasi awak media, menanggapi dokumen yang ramai diperbincangkan di ruang publik sejak menit lalu. Bantahan ini muncul setelah sejumlah akun menyebarkan narasi soal dugaan cacat formil ijazah Gibran sebagai dasar usulan pemakzulan.
Kronologi Isu yang Beredar
- BREAKING: Dokumen berisi usulan pemakzulan Gibran dilaporkan menyebar cepat di grup percakapan dan media sosial.
- Isu dikaitkan dengan dugaan cacat formil ijazah yang sempat jadi polemik.
- Sahroni menegaskan tidak ada pembahasan internal NasDem soal wacana tersebut.
- Partai disebut tidak pernah menugaskan anggota mana pun untuk mengangkat isu pemakzulan.
Menurut Sahroni, jika benar ada anggotanya yang menyuarakan hal itu, maka langkah tersebut merupakan sikap pribadi, bukan garis partai. Ia meminta publik tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi.
Konfirmasi dan Sikap Partai
KONFIRMASI — NasDem menegaskan fokusnya saat ini pada agenda legislasi dan pengawasan pemerintah. Wacana pemakzulan, kata Sahroni, bukan prioritas dan tidak masuk dalam rapat internal partai.
- Sahroni: surat itu tidak resmi dan tidak dikenal struktur partai.
- Tidak ada instruksi kepada anggota DPR NasDem soal pemakzulan.
- Partai meminta kadernya tidak membuat pernyataan yang memicu polemik.
- Isu ijazah disebut sudah pernah dibahas dan tidak relevan diangkat kembali.
Sejumlah saksi mata di lingkungan parlemen menyebut dokumen serupa sempat diperbincangkan, namun tidak ada tanda tangan pejabat berwenang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak lain yang mengonfirmasi keaslian surat tersebut.
Respons Publik dan Perkembangan
UPDATE — Tagar terkait pemakzulan Gibran sempat naik di media sosial, tetapi gaungnya menurun setelah bantahan resmi keluar. Pengamat menilai hoaks politik seperti ini berpotensi menggangu stabilitas menjelang agenda kenegaraan.
Sahroni mengingatkan media dan warganet agar cek fakta sebelum membagikan informasi. Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus kabar palsu.
- DARURAT hoaks: penyebaran dokumen tanpa verifikasi.
- Bantahan resmi keluar dalam hitungan jam.
- Belum ada laporan resmi ke aparat penegak hukum.
- Partai siaga menangkal disinformasi lanjutan.
Perkembangan selanjutnya masih dinantikan. Namun satu hal yang dikonfirmasi: NasDem melalui Ahmad Sahroni memastikan tidak ada usulan pemakzulan dari partainya. Publik diminta tetap tenang dan mengandalkan sumber resmi.
Comments (0)