JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian BARU SAJA meneken Surat Edaran Bersama (SEB) yang mewajibkan seluruh pemerintah daerah mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Langkah ini dikonfirmasi langsung dari lingkaran internal Kemendagri, Selasa.
SEB tersebut menjadi instruksi resmi bagi gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia. Tito menegaskan, pemda tidak boleh jalan sendiri. Sinergi dengan Kementerian Pertanian dioptimalkan demi percepatan produksi pangan.
Poin Kunci Instruksi Mendagri
- Penyuluhan pertanian jadi ujung tombak di tingkat desa dan kecamatan.
- Pemda wajib alokasikan anggaran pendamping untuk sektor pangan.
- Kerja sama lintas kementerian diperkuat, khususnya dengan Kementan.
- Evaluasi berkala dilakukan tiap triwulan.
- Kepala daerah bertanggung jawab langsung atas capaian target.
"Ini perintah kerja, bukan imbauan," tegas seorang pejabat Kemendagri yang enggan disebut namanya. Menurutnya, Tito ingin memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam peta swasembada pangan.
Kenapa Ini Penting
Swasembada pangan adalah program prioritas nasional. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk komoditas pokok. Namun, tanpa dukungan pemda, target itu sulit tercapai.
Data menunjukkan, sejumlah daerah masih lambat menyalurkan bantuan benih dan alat mesin pertanian. SEB ini disebut akan memangkas birokrasi yang selama ini menghambat distribusi.
Pengamat pertanian menilai langkah Tito tepat. Menurut mereka, penyuluh pertanian adalah kunci di lapangan. Selama ini jumlah penyuluh terus menyusut, sementara kebutuhan petani meningkat.
Respons Cepat Daerah
Sejumlah pemda dilaporkan langsung bergerak. Beberapa bupati mengaku sudah menerima salinan SEB dan menggelar rapat internal. Fokus utama: pemetaan lahan dan kebutuhan pupuk.
"Kami siaga. Instruksi sudah kami teruskan ke dinas terkait," ujar seorang pejabat daerah di Jawa Tengah.
Saksi mata di lapangan menyebut, aktivitas penyuluhan mulai meningkat dalam sepekan terakhir. Petani diminta segera melapor jika ada kendala di musim tanam ini.
Perkembangan Selanjutnya
Kemendagri dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah pekan depan. Agenda utama: sinkronisasi program dan penetapan indikator capaian.
Tito disebut akan memantau langsung daerah yang dianggap lambat. Sanksi administratif tidak menutup kemungkinan diterapkan bagi pemda yang abai.
Masyarakat diminta mengawal program ini. Swasembada pangan bukan hanya urusan pemerintah pusat, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak.
UPDATE — Artikel ini akan diperbarui begitu ada keterangan resmi dari Kemendagri atau Kementan. Pantau terus perkembangan di Beritatercepat.
Comments (0)