BREAKING NEWS — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, BARU SAJA dilaporkan terbakar setelah kerusuhan pecah akibat razia telepon seluler. Sejumlah narapidana dikonfirmasi melarikan diri dari dalam lapas.
Insiden ini mengejutkan. Kerusuhan diduga dipicu kemarahan warga binaan atas razia HP yang dilakukan petugas. Api kemudian membakar sebagian bangunan lapas.
Kronologi Menurut Sejumlah Saksi Mata
Peristiwa terjadi MENIT LALU dalam situasi yang berkembang cepat. Sejumlah saksi mata menyebut kerusuhan bermula saat petugas melakukan penggeledahan dan penyitaan telepon seluler dari kamar hunian.
- Razia HP menjadi pemicu utama kerusuhan di Lapas IIB Merauke.
- Api diduga sengaja dibakar oleh sejumlah warga binaan.
- Sejumlah napi kabur saat situasi ricuh.
- Petugas keamanan dilaporkan kewalahan menahan massa.
- Evakuasi dan pemadaman api masih berlangsung.
"Ada keributan besar, lalu api cepat membesar. Banyak yang lari keluar," ujar seorang saksi mata kepada awak media di lokasi.
UPDATE: Petugas Siaga Penuh
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan dikonfirmasi bersiaga penuh di sekitar area lapas. Sejumlah petugas tambahan dilaporkan dikerahkan untuk mengejar napi yang kabur. Situasi di luar lapas disebut mencekam.
Pihak berwenang belum merilis jumlah pasti warga binaan yang melarikan diri. Data sementara masih terus dihimpun di lapangan. Belum ada keterangan resmi soal korban luka maupun korban jiwa.
- Lokasi: Lapas Kelas IIB Merauke, Papua Selatan.
- Pemicu: Razia telepon seluler.
- Dampak: Bangunan diduga dibakar, napi kabur.
- Status: Siaga darurat di sekitar lapas.
Operasi Pencarian Diperluas
Aparat gabungan dilaporkan memperluas area pencarian. Jalan-jalan menuju lokasi disebut mulai dijaga ketat. Warga diminta waspada terhadap napi yang masih berkeliaran.
Situasi ini menjadi perhatian serius. Razia di dalam lapas kerap memicu ketegangan. Perkembangan terbaru masih terus bergulir. Tim Beritatercepat akan terus memantau dan memperbarui informasi dari lapangan.
Update akan segera menyusul begitu ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Comments (0)