BARU SAJA — Aliansi Kolektif Sipil mendatangi sejumlah fraksi di DPR RI untuk mendesak penggunaan hak angket terkait dugaan masalah ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi ini dikonfirmasi berlangsung di kompleks Senayan, Jakarta, dan menjadi perkembangan terbaru dalam polemik yang tak kunjung surut.
Massa tiba secara bergelombang sejak pagi. Mereka membawa dokumen dan spanduk bertuliskan tuntutan penyelidikan parlemen. Sejumlah saksi mata menyebut rombongan diterima perwakilan fraksi, meski belum ada kepastian apakah seluruh fraksi bersedia menandatangani usulan tersebut.
Fakta Kunci di Lapangan
- Kolektif Sipil mendatangi langsung kantor fraksi di DPR.
- Tuntutan utama: hak angket untuk mengusut dugaan persoalan ijazah Wapres Gibran.
- Aksi berlangsung di kompleks Senayan, Jakarta, sejak pagi.
- Sejumlah fraksi diklaim menerima perwakilan massa.
- Belum ada konfirmasi resmi soal jumlah fraksi yang mendukung.
Penggunaan hak angket mensyaratkan dukungan minimal dari sejumlah anggota DPR. Karena itu, tekanan dari kolektif sipil diarahkan ke fraksi-fraksi yang dianggap punya posisi strategis. Massa menilai jalur parlemen adalah cara konstitusional untuk memaksa keterbukaan.
Kenapa Ini Penting
Isu ijazah menyeret nama orang nomor dua di republik ini. Jika hak angket bergulir, prosesnya bisa membuka ruang pemeriksaan dokumen dan pemanggilan pihak terkait. Kolektif Sipil menyebut langkah ini bukan serangan politik, melainkan upaya memastikan integritas pejabat publik.
“Kami datang untuk meminta DPR bekerja sesuai kewenangannya,” ujar salah satu perwakilan massa di lokasi. Pernyataan itu disampaikan di depan kantor fraksi, disambut sorakan peserta aksi.
Respons Fraksi
Sejumlah anggota Dewan yang ditemui menyatakan akan mempelajari usulan tersebut. Namun, tidak ada komitmen tertulis yang diberikan. Beberapa fraksi dikabarkan masih menimbang dampak politik dari penggunaan hak angket.
Pengamat menilai desakan ini bisa menguji soliditas koalisi. Pasalnya, hak angket tidak bisa berjalan tanpa dukungan lintas fraksi. Massa berjanji kembali jika tuntutan tidak ditindaklanjuti.
Situasi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di sekitar kompleks DPR. Petugas keamanan berjaga di titik-titik masuk. Belum ada laporan benturan fisik. Arus lalu lintas di sekitar Senayan dilaporkan padat.
Kolektif Sipil menegaskan aksi ini bagian dari rangkaian tekanan publik. Mereka menuntut DPR segera menyatakan sikap. Perkembangan selanjutnya masih dinanti.
Comments (0)