MEDAN — BARU SAJA, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuka skandal lama yang mengguncang dunia pendidikan dan penegakan hukum di daerah itu. Ia mengaku pernah mendapat laporan soal oknum jaksa yang meminta uang kepada kepala sekolah.
Pengakuan itu disampaikan Bobby saat menceritakan pengalamannya ketika masih menjabat Wali Kota Medan. Menurutnya, praktik pungutan liar tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan melibatkan aparat penegak hukum.
Kejati Sumut Konfirmasi dan Sebut Sudah Disanksi
Menanggapi hal itu, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara langsung bergerak cepat. Pihak Kejati mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut dan menyatakan oknum jaksa yang dimaksud sudah diberikan sanksi.
- Oknum jaksa dilaporkan meminta uang kepada kepala sekolah di Medan.
- Peristiwa terjadi saat Bobby Nasution masih menjabat Wali Kota Medan.
- Kejati Sumut menyatakan oknum sudah dijatuhi sanksi internal.
- Tidak ada rincian nominal uang yang diminta dalam laporan awal.
- Kasus ini menuai sorotan publik terhadap integritas aparat.
"Sudah disanksi," tegas pihak Kejati Sumut saat dikonfirmasi, dikutip dari keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis.
Kronologi dan Saksi Mata
Informasi yang dihimpun menyebutkan, permintaan uang itu terjadi secara langsung kepada kepala sekolah. Sejumlah saksi mata mengaku mengetahui adanya tekanan dari oknum penegak hukum tersebut.
Bobby mengungkapkan hal ini dalam sebuah forum resmi. Ia menyebut praktik itu sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang harus dihentikan.
"Ini pengalaman saya saat jadi wali kota. Ada jaksa minta uang ke kepala sekolah," ujar Bobby dalam keterangannya.
Respons Cepat dan Langkah Lanjutan
Kejati Sumut memastikan proses hukum dan sanksi internal telah dijalankan. Meski demikian, publik menuntut transparansi lebih lanjut mengenai jenis sanksi yang dijatuhkan.
Pengamat hukum menilai kasus ini menjadi ujian berat bagi institusi kejaksaan. Mereka mendesak pengawasan internal diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak kasus ini terhadap para kepala sekolah.
Imbauan dan Siaga Integritas
Bobby Nasution mengimbau seluruh aparat untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang bersih dan bebas pungli.
"Jangan ada lagi aparat yang minta uang ke sekolah. Ini merusak masa depan anak," tegasnya.
Kejati Sumut berjanji akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan. Mereka memastikan komitmen pemberantasan pungli di lingkungan institusi.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Publik menanti perkembangan lebih lanjut soal nasib oknum dan langkah reformasi institusi.
Redaksi akan terus memperbarui informasi begitu ada keterangan resmi baru dari pihak berwenang. Pantau terus perkembangan berita ini.
Comments (0)