BARU SAJA — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang resmi membuka penyelidikan terhadap 190 perusahaan di Kawasan Industri Milenium. Penyelidikan ini menyusul dugaan pencemaran berat di Sungai Cimanceuri yang dikonfirmasi terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Langkah tegas ini diambil setelah warga sekitar melaporkan perubahan drastis warna dan bau air sungai. Tim penyelidik dikerahkan ke lokasi sejak pagi tadi untuk melakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan titik pembuangan limbah.
Fakta Kunci di Lapangan
- 190 perusahaan di Kawasan Industri Milenium menjadi target pemeriksaan menyeluruh.
- Penyelidikan fokus pada dugaan pembuangan limbah tanpa pengolahan ke aliran sungai.
- Tim DLHK sudah mengambil sampel air di sejumlah titik strategis.
- Warga melaporkan air berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat sejak beberapa hari lalu.
- Pemeriksaan dokumen izin lingkungan dan sistem pengolahan limbah masing-masing pabrik tengah dilakukan.
Kepala DLHK Kabupaten Tangerang menegaskan penyelidikan ini bersifat menyeluruh. Tidak ada perusahaan yang kebal hukum jika terbukti mencemari lingkungan. Sanksi administratif hingga pidana disiapkan bagi pelanggar.
Respons Warga dan Saksi Mata
Saksi mata di sekitar bantaran sungai mengaku kondisi air memburuk dalam sepekan terakhir. Ikan-ikan dilaporkan mati. Warga yang selama ini memanfaatkan air sungai untuk irigasi kini waspada.
"Airnya hitam dan baunya menusuk. Kami takut dampaknya ke kesehatan," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
DLHK mengimbau masyarakat sementara waktu tidak menggunakan air sungai untuk aktivitas sehari-hari. Pos pemantauan kualitas air akan dipasang di beberapa titik.
Perkembangan Selanjutnya
Penyelidikan diperkirakan memakan waktu karena melibatkan ratusan perusahaan. DLHK akan memanggil manajemen kawasan industri untuk klarifikasi. Hasil uji laboratorium sampel air dijadwalkan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Jika terbukti ada pelanggaran, DLHK tidak segan memberikan sanksi tegas. Kasus ini menjadi ujian serius bagi pengelolaan lingkungan di kawasan industri terbesar di Kabupaten Tangerang.
UPDATE akan terus kami sampaikan begitu ada konfirmasi resmi dari tim penyelidik di lapangan.
Comments (0)