MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution BARU SAJA mendorong lahirnya regulasi khusus pemberantasan narkoba. Dorongan itu disampaikan saat menerima kunjungan Kapolda Sumut yang baru. Sinergi pemerintah provinsi dan kepolisian disebut menjadi kunci.
Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Sumut. Bobby menyebut narkoba sebagai ancaman serius bagi keamanan daerah. Ia menilai aturan existing belum cukup menekan peredaran gelap.
Fakta Kunci Pertemuan
- Gubernur mengusulkan regulasi khusus anti-narkoba tingkat provinsi.
- Kapolda baru menerima mandat memperkuat sinergi lintas sektor.
- Fokus utama: keamanan warga dan sektor pariwisata.
- Pemprov dan Polda sepakat mempercepat koordinasi harian.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri," ujar Bobby dalam pertemuan tersebut. Ia menekankan pemberantasan narkoba butuh payung hukum lebih tegas. Regulasi itu nantinya mengatur pencegahan, rehabilitasi, hingga pengawasan kawasan rawan.
Pariwisata Jadi Pertimbangan
Sumut memiliki sejumlah destinasi unggulan. Danau Toba menjadi ikon utama. Bobby menilai peredaran narkoba bisa merusak citra pariwisata. Wisatawan butuh jaminan rasa aman. Karena itu, penindakan harus berjalan seiring promosi daerah.
Kapolda baru menyatakan kesiapan menindaklanjuti usulan. Ia berkomitmen meningkatkan patroli di titik rawan. Operasi gabungan disebut akan diperbanyak. Polda juga akan memperkuat deteksi dini di daerah perbatasan.
Langkah Lanjutan
- Penyusunan draf regulasi khusus segera dimulai.
- Rapat koordinasi berkala Pemprov–Polda dijadwalkan rutin.
- Penguatan intelijen di kawasan pelabuhan dan perbatasan.
- Program rehabilitasi pengguna akan dievaluasi menyeluruh.
Bobby meminta seluruh kepala daerah mendukung kebijakan ini. Bupati dan wali kota diminta aktif melaporkan titik rawan. Data lapangan menjadi dasar penyusunan aturan. Ia menargetkan regulasi rampung dalam waktu dekat.
Saksi mata menyebut pertemuan berlangsung tertutup sekitar satu jam. Tidak ada agenda lain selain penguatan sinergi keamanan. Usai pertemuan, Bobby dan Kapolda sempat berbincang singkat di lobi.
Pengamat menilai langkah ini positif. Regulasi khusus bisa menutup celah hukum yang selama ini dimanfaatkan jaringan narkoba. Namun, implementasi di lapangan tetap ujian utama. Koordinasi pusat dan daerah harus berjalan konsisten.
UPDATE: Pemprov Sumut menyatakan draf regulasi akan dibahas lintas instansi. Polda Sumut menyiapkan peta kerawanan terbaru. Perkembangan berikutnya akan diumumkan setelah rapat koordinasi.
Masyarakat diminta berperan aktif melapor. Informasi warga dinilai mempercepat penindakan. Bobby menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi pelaku narkoba di Sumut. Perang terhadap narkoba, katanya, adalah perang bersama.
Comments (0)