BREAKING: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji BARU SAJA turun langsung dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di sebuah SLB. Momen hangat itu dikonfirmasi terjadi pagi ini.
Aksi tersebut bukan sekadar seremoni. Wihaji hadir di tengah siswa berkebutuhan khusus untuk menegaskan peran ayah dalam pengasuhan. Ia menyapa satu per satu siswa dan mengantar mereka masuk kelas.
"Ayah harus hadir, bukan hanya mencari nafkah," tegas Wihaji di lokasi, dikutip dari keterangan resmi.
Fakta Kunci di Lapangan
- Wihaji memimpin langsung gerakan di SLB, bukan di sekolah umum.
- Fokus: anak berkebutuhan khusus dan keluarga rentan.
- Gerakan menyasar peran ayah dalam pengasuhan harian.
- Momen hangat tercipta saat siswa menyambut kedatangan menteri.
- Kegiatan berlangsung pagi, tanpa protokol besar.
Saksi mata menyebut suasana sempat haru. Beberapa siswa tampak menggandeng tangan Wihaji menuju ruang kelas. Para guru dan orang tua mendampingi di halaman sekolah.
Wihaji menekankan bahwa kehadiran ayah berdampak langsung pada tumbuh kembang anak. Menurutnya, anak berkebutuhan khusus butuh dukungan emosional lebih besar. Peran ayah disebut kunci mencegah kekerasan dan penelantaran.
Konteks Kebijakan
Gerakan ini sejalan dengan program pembangunan keluarga yang digagas BKKBN. Pemerintah ingin menekan angka stunting dan masalah sosial lewat penguatan peran ayah. Pendekatan menyasar keluarga sejak dini.
Data yang dihimpun menyebut banyak ayah masih minim terlibat dalam pengasuhan. Wihaji menyebut ini tantangan budaya, bukan sekadar ekonomi. Karena itu, ia mendorong gerakan serupa diperluas ke daerah lain.
- Program menargetkan perubahan perilaku di tingkat keluarga.
- Sekolah luar biasa jadi titik awal kampanye.
- Pemerintah minta pemerintah daerah meniru gerakan ini.
- Evaluasi akan dilakukan berkala.
Perkembangan selanjutnya, Wihaji dijadwalkan meninjau program serupa di sejumlah titik. Ia memastikan pendampingan berlanjut, bukan hanya seremonial sesaat. Tim dari kementerian akan memantau dampaknya di lapangan.
"Ini bukan program sehari. Ini gerakan jangka panjang," ujarnya.
Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung tertib. Tidak ada pengalihan arus lalu lintas berarti. Siswa dan guru kembali beraktivitas seperti biasa usai acara.
Beritatercepat akan terus memperbarui perkembangan kebijakan kependudukan dan keluarga. Konfirmasi resmi dari kementerian masih menunggu rilis tertulis.
Comments (0)