ARUSHA, BARU SAJA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani tampil menyerukan aksi nyata parlemen dunia di hadapan Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153. Forum bergengsi itu berlangsung di Arusha International Conference Centre, Tanzania, Kamis (8/10/2026).
Kehadiran Puan dikonfirmasi langsung dari lokasi. Ia berbicara di depan ratusan delegasi parlemen dari berbagai negara. Momentum ini disebut sebagai panggung diplomasi legislatif paling strategis tahun ini.
Pesan Keras dari Arusha
Dalam pidatonya, Puan menegaskan parlemen tidak boleh hanya menjadi penonton dinamika global. Ia menuntut peran legislatif yang lebih tegas dalam menghadapi krisis dunia.
- Parlemen harus hadir di garis depan diplomasi perdamaian
- Kolaborasi lintas negara dinilai mendesak, bukan pilihan
- Isu global menuntut respons cepat dan terukur
- Suara negara berkembang harus diperkuat
Puan menyebut tantangan dunia saat ini saling terhubung. Konflik, ketegangan geopolitik, hingga ketidakstabilan ekonomi menjadi satu paket persoalan.
Desakan Konkret ke Parlemen Dunia
Ia meminta setiap delegasi membawa pulang komitmen nyata. Bukan sekadar pernyataan simbolik di ruang sidang.
Menurutnya, parlemen memiliki mandat langsung dari rakyat. Mandat itu harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak.
- Dorong dialog terbuka antarnegara
- Perkuat kerja sama legislatif kawasan
- Jaga stabilitas global melalui jalur parlemen
- Pastikan kepentingan rakyat jadi prioritas utama
Forum IPU ke-153 di Arusha menjadi ajang pertemuan delegasi lintas benua. Agenda utamanya membahas isu perdamaian, pembangunan, dan tata kelola global.
Indonesia Posisi Strategis
Penampilan Puan memperkuat posisi Indonesia di panggung multilateral. Kehadirannya dinilai membawa pesan negara non-blok yang aktif dan moderat.
Saksi mata menyebut suasana sidang berlangsung intens. Delegasi menyimak paparan dengan perhatian penuh.
Belum ada keterangan resmi soal pertemuan bilateral di sela forum. Perkembangan lanjutan masih ditunggu.
Puan menutup dengan seruan agar parlemen dunia bergerak bersama. "Tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapi tantangan global sendirian," tegasnya.
Dengan agenda padat hingga akhir sesi, posisi Indonesia di IPU diproyeksikan terus menguat. Publik menanti hasil konkret dari forum Arusha ini.
Comments (0)