Oct 10, 2026
Nasional

Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom ke Kediaman

Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan perhatiannya terhadap urusan internal Badan Koordinasi Masyarakat (Bakom) dengan memanggil dua pucuk pimpinan

Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom ke Kediaman

Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan perhatiannya terhadap urusan internal Badan Koordinasi Masyarakat (Bakom) dengan memanggil dua pucuk pimpinan lembaga tersebut ke kediaman pribadinya. Kepala Bakom, Syahganda Nainggolan, bersama Wakil Kepala Bakom, Fadli Tri Hartono, memenuhi panggilan tersebut pada Minggu sore, 4 Oktober 2026. Pertemuan yang berlangsung tertutup ini langsung memicu spekulasi publik mengenai arah kebijakan pemerintah di bidang koordinasi masyarakat menjelang akhir tahun anggaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritatercepat.com dari sumber di lingkungan istana, pemanggilan ini bukan agenda rutin. Presiden disebut ingin mendengar laporan langsung terkait dinamika organisasi kemasyarakatan, termasuk persiapan konsolidasi nasional yang selama ini menjadi salah satu program prioritas Bakom. Panggilan mendadak pada hari libur menandakan ada isu strategis yang memerlukan keputusan cepat dari kepala negara.

"Presiden memanggil kami berdua untuk membahas sejumlah hal penting. Beliau ingin memastikan Bakom tetap solid dan menjalankan fungsi koordinasi dengan baik," ujar Syahganda Nainggolan seusai pertemuan, tanpa merinci substansi pembicaraan.

Langkah Prabowo ini terbilang tidak biasa. Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan antara Bakom dan sejumlah kementerian sempat menjadi sorotan, terutama terkait tumpang tindih kewenangan dalam pembinaan organisasi masyarakat. Sejumlah pengamat menilai pemanggilan ini sebagai upaya presiden melakukan konsolidasi internal sebelum mengambil kebijakan besar, termasuk kemungkinan perombakan struktur pejabat eselon satu di lingkungan Bakom.

Konteks Politik dan Dinamika Internal Bakom

Bakom selama ini dikenal sebagai lembaga yang menjembatani pemerintah dengan kelompok-kelompok masyarakat sipil. Perannya kerap bersinggungan dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial, terutama dalam hal pemberian izin, pendanaan, serta pendampingan ormas. Gesekan antarinstitusi menjadi hal yang sulit dihindari.

Direktur Eksekutif Lembaga Studi Kebijakan Publik, Rahmat Hidayat, menilai pemanggilan ini sebagai sinyal bahwa presiden tidak ingin ada distorsi informasi dari bawah. "Presiden ingin mendengar langsung dari sumber pertama, bukan lewat laporan tertulis yang sering kali sudah difilter. Ini pola kepemimpinan yang personal dan cepat," jelasnya saat dihubungi terpisah.

Selain soal konsolidasi, isu lain yang mengemuka adalah persiapan Bakom menghadapi agenda nasional tahun 2027, termasuk pemetaan potensi konflik sosial di daerah. Sejumlah kalangan mendorong agar Bakom lebih transparan dalam tata kelola anggaran. Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan pagu anggaran Bakom tahun 2026 mencapai Rp1,4 triliun, naik sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya.

Komponen 2025 2026
Pagu Anggaran Rp1,29 triliun Rp1,4 triliun
Program Prioritas 4 program 6 program
Jumlah Pegawai 1.850 orang 2.100 orang

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Sri Wahyuni, menekankan bahwa pertemuan semacam ini wajar dalam sistem presidensial. "Yang perlu dicermati adalah tindak lanjutnya. Apakah ada perubahan kebijakan, rotasi pejabat, atau justru penguatan mandat. Publik berhak tahu," katanya.

Respons Publik dan Spekulasi ke Depan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres) mengenai hasil pertemuan. Foto yang beredar menunjukkan Prabowo menerima kedua pejabat Bakom di ruang tamu kediamannya dengan suasana akrab namun serius.

Sejumlah analis menduga, hasil pertemuan ini akan terlihat dalam waktu dekat melalui kebijakan konkret, misalnya restrukturisasi program atau penunjukan pejabat baru. Nama Fadli Tri Hartono bahkan disebut berpotensi mendapat penugasan tambahan, meski hal ini masih sebatas spekulasi.

Yang jelas, pemanggilan Kepala dan Wakil Kepala Bakom ke kediaman Presiden menjadi penanda bahwa urusan koordinasi masyarakat tidak lagi sekadar administratif, melainkan bagian dari strategi politik besar pemerintah. Masyarakat kini menunggu apakah pertemuan Minggu sore itu akan melahirkan terobosan atau hanya menjadi rutinitas elite yang tanpa dampak nyata bagi publik luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User