Oct 17, 2026
Nasional

Menteri Bahlil Resmikan Groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela di Tanimbar

Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi memimpin seremoni groundbreaking Proye

Menteri Bahlil Resmikan Groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela di Tanimbar

Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi memimpin seremoni groundbreaking Proyek Abadi Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7/2026). Momentum bersejarah ini menandai dimulainya konstruksi fisik salah satu proyek gas nasional strategis terbesar yang telah dinantikan selama lebih dari dua dekade.

Dengan cadangan gas alam mencapai 10,7 triliun kaki kubik (TCF), Lapangan Abadi di Blok Masela diproyeksikan menjadi tulang punggung baru ketahanan energi nasional. Proyek ini diharapkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 juta standar kaki kubik gas pipa per hari (MMSCFD), menjadikannya salah satu fasilitas LNG terbesar di kawasan Asia-Pasifik.

Upacara Peletakan Batu Pertama

Acara yang digelar di area calon fasilitas penerimaan gas (gas receiving facility) tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, termasuk perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, pemerintah daerah setempat, serta mitra kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mengelola Blok Masela. Turut hadir pula para tokoh adat dan masyarakat Kepulauan Tanimbar yang menyambut proyek ini dengan antusiasme tinggi.

Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya tentang angka produksi atau pendapatan negara, melainkan tentang kedaulatan energi dan pemerataan pembangunan di Indonesia bagian timur.

Groundbreaking hari ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir nyata untuk masyarakat Maluku. Proyek Abadi Masela akan menjadi katalisator transformasi ekonomi di kawasan ini. Kami tidak hanya membangun kilang dan pipa, tetapi membangun masa depan generasi mendatang,

ujar Bahlil dengan penuh semangat di hadapan para hadirin yang memadati lokasi acara.

Dampak Ekonomi dan Multiplier Effect

Proyek dengan nilai investasi mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp310 triliun ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 73.000 lapangan kerja selama fase konstruksi dan operasi. Pemerintah memproyeksikan pendapatan negara dari proyek ini mencapai 40 miliar dolar AS sepanjang masa operasinya, yang akan menjadi sumber pembiayaan signifikan bagi program-program pembangunan nasional.

Lebih dari sekadar angka, proyek ini dirancang untuk memberikan efek berganda yang luas bagi perekonomian lokal. Industri pendukung seperti perhotelan, transportasi, logistik, dan jasa konstruksi di Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya akan mengalami pertumbuhan pesat. Pemerintah daerah setempat juga telah menyiapkan program pelatihan vokasi untuk memastikan tenaga kerja lokal dapat terserap secara optimal.

Skema LNG Berbasis Darat

Keputusan untuk membangun fasilitas LNG berbasis darat (onshore) di Tanimbar merupakan hasil dari evaluasi panjang yang mempertimbangkan aspek teknis, ekonomis, dan dampak pembangunan regional. Skema ini menggantikan rencana awal fasilitas terapung (floating LNG) yang sebelumnya dipertimbangkan. Kilang LNG darat akan dibangun di pesisir selatan Pulau Yamdena, lengkap dengan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan khusus, jalur pipa bawah laut sepanjang sekitar 200 kilometer, serta kawasan industri dan pemukiman pekerja.

Pemerintah optimistis gas pertama (first gas) dapat mengalir pada kuartal pertama tahun 2030, dengan target produksi komersial penuh dimulai pada tahun yang sama. Inpex Corporation selaku operator utama bersama mitra strategisnya telah menyelesaikan tahap rekayasa desain awal (Front-End Engineering Design/FEED) dan siap memasuki tahap konstruksi.

Komitmen Keberlanjutan dan Pemberdayaan Lokal

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dalam setiap tahap proyek. Pemerintah mewajibkan operator untuk menerapkan standar lingkungan tertinggi, termasuk manajemen limbah, perlindungan ekosistem laut, dan program rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir yang terkena dampak. Selain itu, keterlibatan masyarakat adat dalam pengawasan dan pelaksanaan proyek menjadi prioritas utama.

Masyarakat Tanimbar menyambut proyek ini dengan harapan besar. Beberapa tokoh adat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan doa dan restu tradisional sebagai simbol penerimaan dan dukungan penuh terhadap proyek strategis ini. Diharapkan, kehadiran proyek ini tidak hanya membawa kemakmuran ekonomi tetapi juga menjaga harmoni sosial dan budaya setempat.

Dengan dimulainya konstruksi Proyek Abadi Masela, Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri energi global. Proyek ini menjadi simbol kebangkitan sektor hulu migas nasional sekaligus menjadi motor penggerak bagi transformasi ekonomi Indonesia bagian timur menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

[SOCIAL_TWEET]: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi groundbreaking Proyek Abadi Masela di Tanimbar. Investasi Rp310 triliun, 73.000 lapangan kerja, dan gas pertama ditargetkan 2030. Era baru energi Indonesia dimulai! 🇮🇩⛽ #AbadiMasela #EnergiNasional #BahlilLahadalia [SOCIAL_TG]: 🚀 Breaking! Menteri ESDM Bahlil resmikan groundbreaking Proyek Abadi Masela di Tanimbar, Maluku. Investasi Rp310T, gas pertama 2030. Era baru energi Indonesia dimulai!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User