Oct 13, 2026
breaking

Jalan Raya Pos Daendels: 30 Ribu Ringgit dan Pekerja yang Sengsara

BREAKING — Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan menyimpan sejarah kelam. Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels dilaporkan menghabiskan 30 ribu ringgit hanya untuk tahap pertama proyek raksasa itu.Angka...

Jalan Raya Pos Daendels: 30 Ribu Ringgit dan Pekerja yang Sengsara

BREAKING — Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan menyimpan sejarah kelam. Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels dilaporkan menghabiskan 30 ribu ringgit hanya untuk tahap pertama proyek raksasa itu.

Angka itu baru sebagian. Konfirmasi dari catatan sejarah menunjukkan biaya penuh jauh lebih besar. Sebab, proyek ini membentang sekitar 1.000 kilometer dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa.

Daendels tidak bekerja sendiri. Ia memanggil 34 bupati untuk mengeksekusi pembangunan. Para pemimpin daerah itu dikerahkan mengumpulkan tenaga kerja dalam jumlah masif.

Fakta Kunci Proyek Jalan Raya Pos

  • Biaya tahap satu: 30 ribu ringgit
  • Panjang lintasan: Anyer hingga Panarukan
  • Pelaksana lapangan: 34 bupati pilihan Daendels
  • Metode kerja: kerja paksa tanpa upah layak
  • Dampak: ribuan pekerja dilaporkan tewas

Perintah Daendels bersifat mutlak. Bupati yang gagal memenuhi target menghadapi hukuman berat. Akibatnya, mereka menekan rakyat demi menyelamatkan posisi sendiri.

Saksi mata sejarah mencatat kondisi kerja yang brutal. Pekerja membuka hutan, menembus rawa, dan memindahkan tanah dengan tangan kosong. Peralatan berat tidak tersedia.

Makanan dan istirahat sangat minim. Penyakit menyebar cepat di lokasi proyek. Banyak pekerja tidak pernah kembali ke kampung halaman mereka.

Beban Berlapis di Setiap Ruas

Setiap bupati menerima kuota tenaga kerja. Kuota itu dipenuhi dengan cara apa pun. Penduduk desa ditarik dari ladang, pasar, dan rumah mereka.

Tidak ada kompensasi memadai. Upah nyaris tidak ada. Yang tersisa hanya kewajiban dan ancaman hukuman.

Di beberapa ruas, pembangunan dipacu siang dan malam. Target Daendels tidak memberi ruang untuk keluhan.

Akibatnya, angka kematian pekerja dilaporkan melonjak. Sebagian catatan menyebut korban mencapai puluhan ribu jiwa di sepanjang lintasan.

Hingga kini, Jalan Raya Pos masih digunakan. Namun jejak penderitaan para pekerjanya kerap terlupakan dalam narasi pembangunan.

UPDATE — Sejarawan terus menggali data baru soal biaya dan korban. Setiap temuan menambah gambaran betapa mahal harga sebuah jalan bagi rakyat kecil.

Perkembangan kajian ini penting. Publik berhak tahu bahwa infrastruktur kolonial tidak dibangun dengan kerja sama sukarela, melainkan dengan paksaan dan penderitaan.

KONFIRMASI — Sampai kini, 30 ribu ringgit hanya pintu masuk cerita. Di baliknya tersimpan ribuan nyawa yang tak pernah dihitung tuntas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User