Oct 13, 2026
breaking

BREAKING: Restitusi 83 Anak Korban Daycare Little Aresha Capai Rp2,1 Miliar

BREAKING — Kejaksaan resmi menuntut 32 terdakwa kasus Daycare Little Aresha membayar restitusi total Rp2,1 miliar kepada 83 anak korban. Angka itu dikonfirmasi MENIT LALU dalam sidang lanjutan di pe...

BREAKING: Restitusi 83 Anak Korban Daycare Little Aresha Capai Rp2,1 Miliar

BREAKING — Kejaksaan resmi menuntut 32 terdakwa kasus Daycare Little Aresha membayar restitusi total Rp2,1 miliar kepada 83 anak korban. Angka itu dikonfirmasi MENIT LALU dalam sidang lanjutan di pengadilan.

Tuntutan ini menjadi perkembangan terbesar sejak kasus kekerasan terhadap anak di fasilitas penitipan tersebut mencuat ke publik. Jaksa menyatakan restitusi wajib dipenuhi seluruh terdakwa secara kolektif.

Fakta Kunci yang Dikonfirmasi

  • 32 terdakwa dituntut membayar restitusi kolektif.
  • 83 anak korban terdaftar sebagai penerima restitusi.
  • Total Rp2,1 miliar menjadi nilai tuntutan resmi jaksa.
  • Rata-rata restitusi per anak sekitar Rp25 juta.
  • Sidang masih berlanjut dengan agenda pembacaan tuntutan lengkap.

"Ini bentuk pertanggungjawaban pidana sekaligus pemulihan hak anak," ujar jaksa dalam persidangan. Pernyataan itu dikonfirmasi langsung kepada awak media usai sidang.

Respons Kuasa Hukum dan Korban

Saksi mata di ruang sidang melaporkan sejumlah orang tua korban hadir dengan ekspresi tegang. Beberapa di antaranya menangis saat angka restitusi dibacakan.

Kuasa hukum terdakwa belum memberikan pernyataan resmi. Mereka dilaporkan meminta waktu untuk mempelajari rincian tuntutan sebelum mengajukan pembelaan.

  • Orang tua korban menuntut eksekusi restitusi dipercepat.
  • Pendamping hukum anak mendesak transparansi perhitungan.
  • Pengadilan menjadwalkan sidang lanjutan pekan ini.

Update Perkembangan Kasus

Kasus Daycare Little Aresha menyita perhatian nasional. Sejumlah lembaga perlindungan anak mencatat perkara ini sebagai salah satu dengan jumlah korban terbanyak dalam satu fasilitas penitipan.

Pihak berwenang menyatakan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Evakuasi dan pendampingan psikologis bagi para korban dilaporkan masih berlangsung hingga kini.

"Kami pastikan hak anak jadi prioritas. Tidak ada kompromi," tegas pejabat terkait. Pernyataan itu menegaskan posisi negara dalam kasus ini.

Dampak dan Respons Publik

Publik menuntut pengawasan lebih ketat terhadap seluruh daycare di Indonesia. Tagar terkait kasus ini kembali memuncaki percakapan media sosial.

  • Desakan audit menyeluruh fasilitas penitipan anak menguat.
  • Kementerian terkait diminta memperbarui regulasi izin operasional.
  • Komunitas orang tua mendesak pendataan ulang tenaga pengasuh.

Perkembangan berikutnya diprediksi menentukan arah putusan akhir. Beritatercepat akan terus memantau sidang dan mengabarkan update terbaru begitu dikonfirmasi.

Ini kabar terbaru yang baru saja dikonfirmasi. Ikuti terus perkembangan selanjutnya hanya di Beritatercepat — Detik Ini Juga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User