BARU SAJA — Polisi Tangerang langsung bergerak cepat mengusut kasus dugaan kekerasan terhadap siswi SMP yang videonya viral di media sosial. Tiga siswi diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap korban yang merupakan teman sekolah mereka sendiri.
Peristiwa ini mencuat setelah rekaman video berdurasi pendek menyebar luas di platform pesan singkat dan media sosial. Netizen melaporkan aksi itu terjadi di wilayah Tangerang. Korban dilaporkan mengalami sejumlah cedera fisik akibat siksaan yang dilakukan berulang.
Kronologi yang Dilaporkan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi dugaan kekerasan itu terjadi di lingkungan sekolah. Saksi mata menyebut korban sempat dianiaya di area yang diduga jauh dari pengawasan guru. Tiga terduga pelaku disebut masih berstatus pelajar di sekolah yang sama.
Korban kemudian dilarikan untuk mendapat perawatan. Pihak keluarga korban disebut telah melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. Polisi menerima laporan dan langsung melakukan penyelidikan awal.
Respons Kepolisian
"Kami sudah menerima laporan dan sedang mendalami kasus ini," ujar pihak kepolisian Tangerang saat dikonfirmasi, Senin. Polisi menyatakan telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti digital dari video viral tersebut.
- Terduga pelaku: 3 siswi SMP, masih berstatus pelajar
- Korban: Teman sekolah, mengalami cedera fisik
- Lokasi: Wilayah Tangerang
- Status: Dalam penyelidikan kepolisian
Penyidik juga disebut tengah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan dinas terkait. Langkah ini untuk memastikan proses hukum berjalan dan korban mendapat perlindungan.
Dampak dan Perkembangan
Viralnya video ini memicu kecaman luas. Warganet menuntut penanganan serius karena melibatkan anak di bawah umur. Isu kekerasan antar pelajar kembali menjadi sorotan publik di Tangerang.
Polisi mengingatkan masyarakat tidak menyebarkan video yang dapat memperburuk kondisi korban. Fokus utama kini pada perlindungan anak dan proses hukum yang transparan.
UPDATE: Polisi belum menetapkan tersangka. Pemeriksaan terhadap para pihak masih berlanjut. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau.
Comments (0)