BARU SAJA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp 1,4 miliar dan logam mulia emas batangan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Operasi senyap ini mengejutkan publik karena menyasar institusi yang selama ini menjadi garda terdepan penanganan bencana.
14 Orang Terjaring, Termasuk Sestama BNPB
Sebanyak 14 orang diamankan dalam operasi tersebut. Salah satu yang terjaring adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB. KPK belum merilis identitas lengkap para pihak yang terjaring. Namun konfirmasi awal menyebut Sestama BNPB berada di antara mereka.
"Ada 14 orang yang kami amankan," ujar juru bicara KPK dalam konferensi pers singkat, Senin malam. Pernyataan itu dikonfirmasi langsung ke awak media di Jakarta.
Kronologi OTT: Barang Bukti Disita di Beberapa Lokasi
Menurut informasi yang dihimpun, OTT dilakukan pada Senin sore hingga malam. Tim KPK bergerak di beberapa lokasi berbeda. Penyidik menyita uang dan emas dari sejumlah ruangan dan kendaraan.
- Rp 1,4 miliar uang tunai diamankan dalam pecahan besar.
- Emas batangan ikut disita dari lokasi terpisah.
- Sejumlah dokumen dan barang elektronik turut dibawa penyidik.
- Para pihak yang terjaring kini menjalani pemeriksaan intensif.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak. Dugaan sementara mengarah pada korupsi terkait pengadaan atau pengelolaan anggaran di BNPB.
BNPB Belum Beri Keterangan Resmi
Pihak BNPB belum memberikan pernyataan resmi. Beberapa pegawai di kantor pusat BNPB tampak membatasi akses wartawan. Saksi mata menyebut suasana di gedung BNPB mencekam sejak sore.
"Banyak orang keluar masuk ruangan. Ada yang membawa tas," ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring. Jika bukti cukup, penyidik akan menetapkan tersangka. Proses hukum diperkirakan berjalan cepat mengingat barang bukti sudah disita.
Publik Menanti Transparansi
Kasus ini menjadi sorotan karena menyentuh lembaga penanggulangan bencana. Publik menuntut KPK mengusut tuntas. Transparansi proses hukum dinilai kunci menjaga kepercayaan masyarakat.
Perkembangan terbaru akan terus dipantau. KPK dijadwalkan memberikan keterangan resmi lengkap dalam waktu dekat. Tim Beritatercepat akan memperbarui informasi begitu ada konfirmasi baru.
Comments (0)