Oct 15, 2026
breaking

BREAKING: KPK Sita Land Cruiser Eks Bupati Kebumen Tersangka Suap HGB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) BARU SAJA menyita satu unit mobil mewah Toyota Land Cruiser dalam pengembangan kasus dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB).Mobil tersebut dikonfirmasi mili...

BREAKING: KPK Sita Land Cruiser Eks Bupati Kebumen Tersangka Suap HGB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) BARU SAJA menyita satu unit mobil mewah Toyota Land Cruiser dalam pengembangan kasus dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB).

Mobil tersebut dikonfirmasi milik Arif Sugiyanto, eks Bupati Kebumen yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penyitaan dilakukan tim penyidik pada Senin (13/10/2026). Kendaraan dievakuasi dari kediaman tersangka menuju kantor KPK.

Fakta Kunci Penyitaan

  • Barang bukti: 1 unit Toyota Land Cruiser
  • Tersangka: Arif Sugiyanto, eks Bupati Kebumen
  • Kasus: Dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon
  • Pihak terkait: Pejabat Kementerian ATR/BPN
  • Status: Penyidikan aktif, penyitaan aset berlanjut

Menurut keterangan penyidik, mobil itu diduga berkaitan dengan aliran dana suap yang diterima tersangka. Nilai transaksi HGB yang dipersoalkan ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

"Penyitaan ini bagian dari upaya pemulihan aset," ujar juru bicara KPK dalam konferensi pers singkat, Senin menit lalu.

Kronologi Singkat

Kasus bermula dari pengurusan HGB PT Summarecon di kawasan Kebumen. Diduga ada kesepakatan ilegal antara pihak swasta dan pejabat pemerintah.

Arif diduga menerima sejumlah fasilitas sebagai imbalan memperlancar proses perizinan. KPK mulai menyelidiki sejak awal tahun 2026.

Saksi mata menyebut sejumlah mobil mewah lain juga terparkir di garasi rumah tersangka. Penyidik belum memastikan apakah aset itu turut disita.

Perkembangan Terbaru

KPK masih mendalami peran pihak lain. Sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN dijadwalkan diperiksa minggu ini.

Arif sendiri belum memberikan komentar resmi. Kuasa hukumnya menyatakan akan kooperatif menghadapi proses hukum.

Pengacara tersangka membantah kliennya menerima suap. "Kami akan buktikan di persidangan," katanya.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan eks kepala daerah dan proyek properti besar. Publik menunggu apakah KPK akan menetapkan tersangka baru.

Status siaga penyidikan ditingkatkan. Tim KPK berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara.

"Kami pastikan kasus ini tuntas. Tidak ada tebang pilih," tegas pimpinan KPK.

Evakuasi barang bukti berlangsung sekitar 30 menit. Mobil dibawa dengan pengawalan ketat menuju gedung KPK.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih memeriksa dokumen-dokumen terkait HGB di kantor pusat Summarecon.

Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil penyidikan resmi. KPK menjanjikan transparansi di setiap tahap.

Perkembangan selanjutnya akan diberitakan segera setelah ada konfirmasi resmi.

Ikuti terus update breaking news hanya di Beritatercepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User