BREAKING — Api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Kelurahan Perigi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, BARU SAJA dilaporkan nyaris menyambar permukiman warga. Jarak titik api ke rumah terdekat hanya sekitar 5 meter. Insiden ini terjadi akhir pekan lalu dan dikonfirmasi oleh sejumlah saksi mata di lokasi.
Kepanikan melanda warga saat kobaran api tiba-tiba membesar akibat hembusan angin. Warga setempat menyebut api merembet cepat karena bahan bakar berupa lahan gambut yang kering.
Fakta Kunci di Lapangan
- Jarak api ke rumah warga hanya sekitar 5 meter.
- Lokasi: lahan gambut Kelurahan Perigi, OKI, Sumatera Selatan.
- Waktu kejadian: akhir pekan lalu.
- Penyebab: pembakaran lahan yang merembet ke area permukiman.
- Warga sempat menyiapkan evakuasi darurat.
Menurut keterangan warga, api muncul dari arah lahan kosong yang terbakar. Dalam hitungan menit, lidah api mendekati pagar rumah. Warga bergegas menyingkirkan barang berharga dan menyiapkan jalur evakuasi.
Warga Siaga, Evakuasi Disiapkan
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan, situasi mencekam terjadi saat api mulai melahap rumput dan semak kering di sekitar pemukiman. "Api cepat sekali, kami sudah siap-siap bawa barang," ujarnya menirukan suasana panik.
Sejumlah warga bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ada yang menggunakan ember, selang air, hingga ranting pohon. Upaya manual itu dilakukan sebelum bantuan tiba.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun kerugian material masih dalam pendataan. Warga berharap petugas cepat turun ke lokasi untuk mencegah api kembali menyala.
Karhutla di Lahan Gambut Jadi Ancaman Serius
Lahan gambut dikenal sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah hingga berhari-hari. Kondisi ini membuat karhutla di OKI berpotensi muncul kembali meski permukaan sudah terlihat padam.
Warga meminta pemerintah daerah meningkatkan patroli dan menyediakan sumber air darurat di titik rawan. Mereka menilai rumah-rumah di sekitar lahan gambut berada dalam posisi rentan setiap musim kemarau.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras. Jarak 5 meter adalah zona sangat berbahaya. Jika angin berubah arah, rumah warga bisa ludes dalam sekejap. Warga kini bersiaga penuh dan memantau titik api setiap saat.
UPDATE akan menyusul begitu otoritas terkait memberikan keterangan resmi. Warga diimbau tidak membakar lahan dan segera melapor jika melihat asap atau api.
Comments (0)