Oct 10, 2026
breaking

BREAKING: Haedar Nashir Serukan Rekonstruksi HAM dan Demokrasi dari Hulu

BREAKING — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir BARU SAJA menyerukan pembenahan menyeluruh terhadap konstruksi ke-Indonesiaan. Ia menegaskan perbaikan harus dimulai dari hulu, bukan ...

BREAKING: Haedar Nashir Serukan Rekonstruksi HAM dan Demokrasi dari Hulu

BREAKING — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir BARU SAJA menyerukan pembenahan menyeluruh terhadap konstruksi ke-Indonesiaan. Ia menegaskan perbaikan harus dimulai dari hulu, bukan sekadar hilir.

Seruan itu disampaikan dalam Forum Komunikasi Guru Besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) 2026. Menurutnya, persoalan HAM dan demokrasi tidak bisa diselesaikan dengan tambal sulam.

Fokus Utama: HAM dan Demokrasi

Haedar menyoroti dua isu krusial yang dinilainya butuh rekonstruksi mendasar. Ia menilai demokrasi tidak cukup dipahami sebagai prosedur elektoral semata.

"Perbaikan harus menyentuh akar persoalan," tegasnya di hadapan para guru besar, dikonfirmasi dari forum tersebut.

Ia meminta kalangan akademisi tidak berdiam diri. Guru besar dinilai punya tanggung jawab moral merumuskan solusi.

Fakta Kunci dari Forum

  • Forum Komunikasi Guru Besar PTMA 2026 jadi panggung seruan rekonstruksi.
  • Haedar Nashir menekankan dua isu utama: HAM dan demokrasi.
  • Pembenahan diminta dilakukan dari hulu ke hilir, bukan parsial.
  • Guru besar PTMA diminta aktif merumuskan gagasan perbaikan.
  • Seruan ini menyasar konstruksi ke-Indonesiaan secara keseluruhan.

Perbaikan dari Hulu

Menurut Haedar, akar masalah bangsa sering diabaikan. Perbaikan di hilir hanya menghasilkan solusi sementara. Ia mendorong pembenahan sistem nilai, pendidikan, dan tata kelola.

Langkah ini dinilai strategis. Sebab, demokrasi yang sehat butuh fondasi etika dan hukum yang kuat. HAM pun harus jadi rujukan utama, bukan pelengkap.

Saksi mata forum menyebut suasana berlangsung serius. Para peserta menyimak paparan dengan saksama.

Respons dan Tindak Lanjut

Haedar berharap forum ini melahirkan rekomendasi konkret. Guru besar PTMA di seluruh Indonesia diminta menerjemahkan gagasan ke kebijakan nyata.

Ia mengingatkan, perubahan tidak lahir dari retorika. Dibutuhkan kerja kolektif lintas kampus dan generasi.

"Jangan berhenti di diskusi," pesannya, dikonfirmasi dari lokasi acara.

Sampai berita ini diturunkan, forum masih berlangsung. Perkembangan selanjutnya akan dilaporkan segera.

Siaga Gagasan

Seruan ini menambah daftar desakan publik soal kualitas demokrasi. Berbagai kalangan menanti langkah lanjutan dari perguruan tinggi Muhammadiyah.

Haedar menutup dengan ajakan refleksi bersama. Ia ingin Indonesia dibangun ulang dari fondasi yang benar. Bukan hanya dari permukaan.

UPDATE — Tim Beritatercepat terus memantau hasil forum. Informasi resmi menyusul begitu tersedia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User