BARU SAJA — Kabut asap pekat kembali menyelimuti Palangka Raya. Jarak pandang dilaporkan menurun drastis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih meluas.
Pemerintah Kota Palangka Raya resmi memperpanjang status tanggap darurat karhutla. Perpanjangan berlaku 30 hari, mulai 9 Oktober hingga 7 November 2026.
Fakta Kunci di Lapangan
- Status tanggap darurat diperpanjang 30 hari ke depan.
- Jarak pandang terganggu di sejumlah ruas jalan utama.
- Asap pekat dikonfirmasi berasal dari titik panas di sekitar kota.
- Warga diminta siaga dan batasi aktivitas luar ruangan.
- Evakuasi kelompok rentan mulai disiapkan.
Sejumlah saksi mata menyebut asap terlihat mengepul sejak pagi. Bau terbakar menyengat di beberapa kawasan permukiman. Kondisi ini memaksa pengendara menyalakan lampu di siang hari.
"Asapnya sangat tebal, jarak pandang hanya beberapa meter," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Ia mengaku kesulitan beraktivitas pagi ini.
Dampak ke Penerbangan dan Kesehatan
Otoritas bandara dikabarkan memantau ketat kondisi jarak pandang. Jika menurun lagi, penundaan jadwal penerbangan bisa terjadi.
Dinas kesehatan setempat mengingatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Masker dan air bersih disiapkan di posko darurat.
Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru diminta waspada. Sekolah diliburkan jika kualitas udara memburuk.
Perkembangan Terkini
Tim gabungan terus berupaya memadamkan titik api. Helikopter water bombing dilaporkan dikerahkan untuk menjangkau area sulit.
Upaya pemadaman darat juga dilakukan di sejumlah lokasi. Namun, angin kencang mempercepat penyebaran api.
Pemerintah menegaskan status tanggap darurat mempermudah mobilisasi sumber daya. Anggaran darurat akan digelontorkan untuk penanganan cepat.
Warga diimbau segera melapor jika melihat titik api baru. Nomor darurat disiagakan selama 24 jam.
UPDATE — Perkembangan situasi akan terus dipantau. Beritatercepat akan menyajikan informasi terbaru secepatnya.
Comments (0)