BARU SAJA — Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyerukan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Seruan itu disampaikan dalam rapat kerja di Senayan, Jakarta, menit lalu, dan langsung memicu respons publik.
"Karhutla sudah darurat. Tidak bisa ditangani dengan status biasa," tegas Daniel Johan di hadapan peserta rapat, seperti dikonfirmasi kepada media. Ia menilai eskalasi karhutla tahun ini telah melampaui kapasitas daerah, baik dari sisi personel maupun anggaran.
Alasan Status Darurat Nasional Mendesak
- Asap karhutla dilaporkan menutup jalur penerbangan di beberapa provinsi.
- Jumlah titik panas (hotspot) naik tajam dalam sepekan terakhir.
- Ribuan warga dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
- Upaya pemadaman darat dan udara belum mampu mengendalikan api.
- Evakuasi warga di zona merah mulai dilakukan bertahap.
Desakan Konkret ke Pemerintah
Daniel Johan meminta pemerintah pusat bergerak cepat. Menurutnya, status bencana nasional membuka akses pendanaan darurat dari APBN. Selain itu, status itu memberi kewenangan penuh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin operasi lintas lembaga.
"Jangan tunggu api makin luas. Konfirmasi status, kerahkan semua sumber daya," ujarnya menegaskan. Ia juga mendorong keterlibatan TNI-Polri untuk memperkuat evakuasi dan distribusi masker di wilayah terdampak.
Respons Cepat dan Peringatan Dini
UPDATE — Sejumlah organisasi lingkungan menilai seruan ini langkah tepat. Data satelit menunjukkan sebaran asap lintas negara, sehingga karhutla berpotensi menjadi krisis diplomatik bila tidak segera ditangani.
Saksi mata di lapangan melaporkan jarak pandang turun drastis pada pagi buta. Beberapa penerbangan dialihkan atau ditunda karena faktor keselamatan. Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruang dan memakai masker.
Status Siaga di Beberapa Provinsi
Pemerintah daerah diberitakan menaikkan status siaga darurat. Posko kesehatan dan dapur umum disiapkan di titik pengungsian. Namun, kebutuhan alat berat dan helikopter water bombing masih terbatas.
Pengamat kebijakan menilai penetapan status nasional harus diikuti koordinasi anggaran yang jelas. Tanpa itu, penanganan berisiko berulang setiap musim kemarau.
KONFIRMASI — Hingga berita ini diturunkan, pemerintah pusat belum mengumumkan sikap resmi atas usulan tersebut. Perkembangan akan diperbarui segera begitu ada pernyataan dari Istana atau BNPB. Publik diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi.
Comments (0)