PALANGKA RAYA — BARU SAJA, sebanyak 47 orang utan dilaporkan terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. KONFIRMASI datang dari tim medis yang merawat satwa dilindungi tersebut.
Perkembangan ini menambah daftar korban imbas kabut asap yang kian pekat di wilayah tersebut. Hewan primata endemik Kalimantan itu kini dalam pengawasan ketat tim kesehatan.
- 47 orang utan teridentifikasi mengalami ISPA
- Lokasi: pusat rehabilitasi di Nyaru Menteng, Palangka Raya
- Kondisi: dilaporkan tergolong ringan
- Penyebab: paparan asap karhutla yang menyelimuti area
- Status: tim medis melakukan pemantauan intensif
Tim Medis Pantau Ketat Kondisi Satwa
Tim medis dilaporkan langsung bergerak setelah gejala gangguan pernapasan terdeteksi pada puluhan orang utan. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan kondisi tidak memburuk.
Menurut keterangan yang dihimpun, sebagian besar kasus masih tergolong ringan. Namun, tim tetap siaga karena kualitas udara yang buruk bisa memperparah kondisi kapan saja.
"Kami terus memantau perkembangan mereka," ujar sumber di lapangan, MENIT LALU.
Asap Karhutla Ancam Kesehatan Satwa Dilindungi
Kabut asap dari karhutla bukan hanya ancaman bagi manusia. Satwa dilindungi seperti orang utan jauh lebih rentan karena sistem pernapasan mereka sensitif terhadap partikel asap.
Saksi mata menyebut wilayah sekitar rehabilitasi diselimuti asap tebal dalam beberapa hari terakhir. Jarak pandang menurun drastis dan udara terasa menyengat.
- Orang utan termasuk satwa sangat dilindungi
- Paparan asap berulang dapat memicu infeksi serius
- Kualitas udara di Palangka Raya dilaporkan memburuk
- Evakuasi belum diperlukan, tetapi siaga tetap berlaku
UPDATE: Kondisi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan orang utan yang memerlukan perawatan intensif. Tim medis memastikan seluruh satwa tetap dalam pengawasan.
Perkembangan selanjutnya akan dilaporkan segera. Warga diminta waspada dan mengurangi aktivitas luar ruangan selama asap masih pekat.
Comments (0)