JAKARTA — BARU SAJA, Anggota DPR dari Fraksi PKB Daniel Johan menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung selama tiga bulan di Kalimantan. Ia menyebut kondisi warga terdampak sudah berada di titik paling kritis, hidup serasa di neraka.
"Tidak ada kata lain, hidup warga seperti di neraka," ujar Daniel Johan dalam pernyataan yang dikonfirmasi kepada awak media, Senin. Ia menegaskan situasi ini bukan lagi sekadar bencana lingkungan, melainkan darurat kemanusiaan yang nyata.
Fakta Kunci yang Dilaporkan
- Karhutla dilaporkan berlangsung tiga bulan berturut-turut di sejumlah titik Kalimantan.
- Asap tebal selimuti permukiman, jarak pandang turun drastis.
- Warga dikonfirmasi kesulitan mendapatkan udara bersih setiap hari.
- Anak-anak dan lansia disebut paling rentan terdampak.
- Aktivitas ekonomi dan pendidikan lumpuh di zona terdampak.
Kondisi Warga di Zona Darurat
Menurut Daniel, warga harus bertahan dengan masker seadanya. Udara tercemar asap masuk ke rumah meski pintu dan jendela ditutup rapat. Saksi mata di lapangan melaporkan kualitas udara memburuk sepanjang hari.
"Setiap pagi mereka bangun bukan dengan udara segar, tapi dengan asap yang menyengat. Ini sudah tiga bulan," tegasnya. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah bergerak lebih agresif.
Update terbaru menyebut sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. Puskesmas dilaporkan kewalahan melayani pasien ISPA. Warga memilih tinggal di dalam rumah ketimbang keluar.
Desakan Aksi Darurat
Daniel mendesak status darurat diperluas. Ia menuntut evakuasi kelompok rentan segera dilakukan. Menurutnya, langkah itu tidak bisa lagi ditunda.
- Pemadaman harus dipercepat dengan personel dan peralatan tambahan.
- Distribusi masker dan air bersih wajib menjangkau desa terpencil.
- Pos kesehatan siaga 24 jam di titik pengungsian.
- Penegakan hukum terhadap pembakar lahan diperjelas.
- Transparansi data titik panas dibuka ke publik.
Risiko Lanjutan Bila Dibiarkan
Politikus PKB itu memperingatkan dampak karhutla tidak berhenti pada asap. Kesehatan jangka panjang warga bisa rusak permanen. Ekonomi lokal juga terancam kolaps.
Ia mengonfirmasi bakal mendorong rapat terbatas di DPR. Tujuannya memastikan anggaran penanganan karhutla cair tepat waktu. "Jangan tunggu korban bertambah," ujarnya.
Sementara itu, perkembangan di lapangan masih dinamis. Titik api dilaporkan muncul di area gambut yang sulit dipadamkan. Petugas gabungan disebut terus berjibaku siang dan malam.
Warga berharap hujan segera turun. Namun hingga berita ini diturunkan, asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan. Beritatercepat akan terus memantau update resmi dari otoritas terkait.
Comments (0)