JAKARTA BARAT — Aparat gabungan baru saja menggerebek sarang narkoba di Kampung Ambon dan Boncos, Jakarta Barat. Sebanyak 24 orang ditangkap dalam operasi mendadak yang berlangsung dini hari.
Penggerebekan ini dikonfirmasi melibatkan tiga institusi sekaligus: Polri, TNI, dan BNN. Tidak ada perlawanan berarti saat petugas menerobos masuk ke sejumlah titik persembunyian.
Modus Baru yang Dilaporkan
Dari lokasi kejadian, penyidik mengungkap pola peredaran yang makin licin. Narkoba jenis sabu tidak lagi hanya disimpan di rumah kontrakan biasa.
- Sabu disembunyikan di dalam kamar kos yang disewa bergilir.
- Motor menjadi tempat penyimpanan sementara, termasuk di rongga bodi dan bawah jok.
- Barang bukti disita dalam berbagai ukuran kemasan siap edar.
- Sejumlah pelaku berperan sebagai pengedar dan penjaga lokasi.
"Ada yang menyimpan di kos, ada juga yang menaruh di motor agar cepat dipindahkan," ujar seorang petugas di lokasi, dikonfirmasi dari keterangan aparat.
Menurut pengakuan awal sejumlah saksi mata, kawasan itu memang lama dikenal sebagai titik rawan. Aktivitas jual beli kerap terjadi Senin malam hingga dini hari, saat warga mulai lengah.
Barang Bukti Terus Didata
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan barang bukti. Sejumlah orang yang terjaring dibawa ke kantor polisi terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Sebagian pelaku diduga residivis kasus serupa.
- Penggerebekan menyasar lebih dari satu lokasi dalam waktu bersamaan.
- Evakuasi berjalan tertib, tidak ada korban jiwa dilaporkan.
- Warga diminta tidak mendekat selama proses olah TKP.
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku hanya tahu ada operasi besar-besaran. "Ramai, banyak aparat. Saya hanya lihat dari jauh," katanya.
Perkembangan Selanjutnya
Kepolisian menyatakan akan mendalami jaringan di balik para tersangka. Tidak menutup kemungkinan ada penangkapan lanjutan dalam waktu dekat.
Kawasan Kampung Ambon dan Boncos sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam sejumlah pemberitaan. Operasi serupa pernah digelar, namun peredaran dilaporkan kembali marak setelah beberapa waktu.
Aparat menegaskan siaga penuh. Warga diimbau segera melapor bila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
"Kami tidak akan berhenti di sini. Ini masih awal," kata seorang petugas, dikonfirmasi di lokasi.
Comments (0)