Oct 10, 2026
Nasional

Banjir Rendam Grogol, Bus Transjakarta Terendam di Daan Mogot

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada malam pergantian tahun 2019 ke 2020 meninggalkan jejak bencana di sejumlah titik. Kawasan Grogol dan Jalan Raya Daa

Banjir Rendam Grogol, Bus Transjakarta Terendam di Daan Mogot

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada malam pergantian tahun 2019 ke 2020 meninggalkan jejak bencana di sejumlah titik. Kawasan Grogol dan Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah. Genangan air setinggi lebih dari satu meter membuat akses transportasi publik lumpuh total, dan sebuah unit Bus Transjakarta dilaporkan terendam banjir saat melintas di jalur tersebut.

Pantauan di lokasi pada Rabu (1/1/2020) menunjukkan kondisi jalan yang berubah menjadi kolam air keruh. Arus kendaraan dari arah Cengkareng menuju Grogol dan sebaliknya terputus. Tidak hanya kendaraan pribadi, jalur Transjakarta yang menjadi tulang punggung transportasi ibu kota pun tidak dapat dilewati. Bus yang nekat menerobos genangan akhirnya terendam hingga bagian mesin dan kabin bawah.

Kronologi dan Titik-Titik Rawan di Kawasan Grogol

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir mulai menggenangi Jalan Raya Daan Mogot sejak dini hari. Debit air meningkat signifikan setelah hujan dengan intensitas tinggi turun sejak malam tahun baru. Sejumlah titik yang terendam meliputi kawasan Grogol, Jembatan Daan Mogot, hingga simpang menuju kawasan Cengkareng.

Pengguna jalan yang terjebak mengaku kesulitan mencari jalur alternatif. Beberapa pengendara motor memilih berbalik arah setelah melihat genangan yang dinilai terlalu dalam. Sementara itu, kendaraan roda empat banyak yang mogok di tengah jalan akibat mesin kemasukan air.

"Airnya naik cepat sekali. Baru beberapa jam setelah hujan, jalan sudah tidak kelihatan aspalnya. Bus Transjakarta yang lewat langsung terendam dan tidak bisa jalan," ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Dampak terhadap Transportasi Publik dan Mobilitas Warga

Terendamnya bus Transjakarta di Jalan Raya Daan Mogot menjadi sorotan utama. Insiden ini menegaskan bahwa infrastruktur transportasi ibu kota masih rentan terhadap cuaca ekstrem. Jalur bus yang seharusnya menjadi prioritas justru menjadi salah satu titik terdampak.

Berikut gambaran dampak yang tercatat di kawasan Grogol:

  • Jalur Transjakarta tidak dapat dilalui, bus terendam di lokasi.
  • Jalan Raya Daan Mogot terputus total untuk kedua arah.
  • Kendaraan pribadi banyak yang mogok dan ditinggalkan pemiliknya.
  • Aktivitas warga pada hari pertama tahun baru terganggu.

Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter di titik terparah. Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan yang turun dalam waktu singkat.

Pelajaran dari Banjir Awal Tahun di Jakarta

Peristiwa banjir di Grogol pada awal 2020 bukan kali pertama terjadi. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu langganan genangan setiap kali hujan besar melanda Jakarta. Masalah klasik drainase, sedimentasi, dan kapasitas sungai yang tidak memadai masih menjadi akar persoalan yang belum tuntas hingga kini.

Pengamat tata kota menilai bahwa penanganan banjir di Jakarta harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya reaktif saat banjir datang. Dibutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, normalisasi sungai, serta penataan ruang yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Bagi warga, kejadian ini menjadi pengingat bahwa musim hujan di Jakarta selalu membawa risiko. Kesadaran untuk memantau informasi cuaca dan menghindari jalur rawan banjir menjadi langkah sederhana yang bisa menyelamatkan. Sementara bagi pemerintah, banjir Grogol adalah panggilan untuk mempercepat pembenahan infrastruktur yang selama ini dinanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User