JAKARTA — BARU SAJA, Kapolri Jenderal Suyudi menegaskan pesan keras kepada seluruh jajaran kepolisian saat bertindak sebagai khatib Salat Jumat di Mabes Polri. Ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan alasan untuk berlaku sombong.
Dalam khutbahnya, Kapolri menyoroti pentingnya sikap rendah hati bagi setiap anggota. Menurutnya, kekuasaan yang melekat pada institusi Polri harus digunakan untuk melayani masyarakat, bukan untuk menindas.
"Jabatan itu sementara. Yang abadi adalah tanggung jawab kita di hadapan Tuhan dan rakyat," tegas Kapolri di hadapan jamaah yang memadati masjid Mabes Polri, Jumat (9/10/2026).
Pesan ini dikonfirmasi langsung oleh sejumlah perwira yang hadir. Suasana khutbah berlangsung khidmat. Para peserta tampak menyimak setiap kalimat yang disampaikan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu.
Fakta Kunci di Lapangan
- Kapolri Jenderal Suyudi bertindak sebagai khatib Salat Jumat di Mabes Polri.
- Pesan utama: rendah hati dan tanggung jawab jabatan.
- Seluruh jajaran diminta tidak menyalahgunakan wewenang.
- Kegiatan berlangsung di masjid Mabes Polri, Jakarta.
- Tidak ada penyimpangan prosedur yang dilaporkan.
MENIT LALU, sejumlah saksi mata menyebut Kapolri menekankan bahwa anggota Polri harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Ia menyinggung soal integritas yang sering diuji di lapangan.
"Jangan sampai ada anggota yang merasa lebih tinggi dari rakyat. Kita ini pelayan, bukan penguasa," ujarnya menambahkan.
UPDATE: Pesan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kinerja kepolisian. Sejumlah pengamat menilai pernyataan Kapolri sebagai sinyal pembenahan internal yang serius.
BREAKING — Kapolri juga menginstruksikan agar setiap satuan wilayah melakukan pembinaan rohani secara rutin. Langkah ini disebut sebagai bagian dari reformasi budaya organisasi.
Respons Internal
Sejumlah perwira yang enggan disebut namanya mengaku pesan tersebut langsung diteruskan ke jajaran bawah. Mereka menyebut arahan itu sebagai pengingat harian.
"Perintah jelas. Kami diminta mengevaluasi perilaku anggota di lapangan," kata seorang perwira kepada awak media usai salat.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian teknis soal sanksi bagi pelanggar. Pihak Mabes Polri dikonfirmasi masih menyusun mekanisme pengawasan.
Dikonfirmasi terpisah, pengamat kepolisian menilai pesan rendah hati harus dibarengi keteladanan atasan. Tanpa itu, imbauan hanya menjadi seremonial.
"Rendah hati itu harus terlihat dari tindakan, bukan hanya kata di mimbar," ujar pengamat dari sebuah lembaga kajian keamanan.
Perkembangan selanjutnya masih dinantikan. Publik menunggu apakah arahan Kapolri berujung pada perubahan nyata di tubuh Polri.
Siaga informasi terus berlanjut. Beritatercepat akan memperbarui setiap perkembangan resmi dari Mabes Polri.
Comments (0)