BARU SAJA — Kelurahan Taman Sari resmi dikonfirmasi masuk jajaran 10 finalis Benyamin S Award 2026. Pengumuman ini menempatkan kawasan bersejarah tersebut di garis terdepan kompetisi budaya tingkat nasional.
KONFIRMASI datang setelah proses seleksi panjang yang melibatkan penilaian ketat. Taman Sari dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus menghidupkannya lewat kegiatan warga.
Sejarah Panjang Sejak Era Hindia Belanda
Taman Sari bukan kawasan biasa. Wilayah ini tercatat sebagai permukiman tua yang sudah ada sejak masa Hindia Belanda. Jejak sejarahnya masih terlihat hingga kini.
- Status: Finalis Benyamin S Award 2026
- Total finalis: 10 kelurahan se-Indonesia
- Latar sejarah: Permukiman era Hindia Belanda
- Penilaian: Pelestarian dan aktivasi budaya
Sejumlah saksi mata menyebut persiapan warga berjalan intens dalam beberapa pekan terakhir. Festival budaya digelar sebagai bagian dari penilaian juri.
Festival Budaya Jadi Senjata Utama
Festival budaya menjadi poin krusial. Warga menampilkan beragam pertunjukan seni, musik, dan tradisi lokal. Kegiatan ini diklaim melibatkan lintas generasi.
"Warga siaga penuh. Semua elemen bergerak sejak pagi," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Penampilan seni jalanan, kuliner tradisional, hingga pameran sejarah lokal memeriahkan acara. Juri dilaporkan hadir langsung menilai setiap detail.
UPDATE: Peluang Menang Terbuka Lebar
Posisi sebagai finalis membuka peluang besar bagi Taman Sari. Jika menang, predikat ini bisa mendongkrak sektor wisata dan ekonomi kreatif kawasan.
Pemerintah kelurahan disebut menyiapkan langkah lanjutan. Fokusnya adalah menjaga konsistensi program budaya pasca-penilaian.
- Festival budaya jadi momen puncak penilaian
- Warga terlibat aktif lintas usia
- Potensi dampak: wisata dan ekonomi lokal
- Pengumuman pemenang masih dinantikan
Perkembangan selanjutnya akan dilaporkan secara berkala. Status finalis ini menandai babak baru bagi Taman Sari di panggung budaya nasional.
Beritatercepat akan terus memantau jalannya kompetisi hingga pengumuman akhir.
Comments (0)