BREAKING NEWS — Pintu KRL relasi Jakarta Kota-Bogor buatan INKA dilaporkan gagal menutup total di Stasiun Tanjung Barat, Minggu (20/4). Perjalanan tetap dilanjutkan dengan pengawalan ketat petugas di setiap pintu.
Insiden ini BARU SAJA dikonfirmasi terjadi saat kereta berhenti di peron Tanjung Barat. Sistem pintu otomatis tidak merespons perintah penutupan. Petugas langsung dikerahkan untuk menjaga pintu secara manual sepanjang sisa perjalanan.
Fakta Kunci di Lapangan
- Lokasi: Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan
- Rute: Jakarta Kota menuju Bogor
- Penyebab awal: Pintu otomatis tidak bisa menutup sempurna
- Tindakan: Petugas berjaga di pintu hingga Stasiun Depok
- Dampak: Keterlambatan perjalanan dan antrean penumpang
Seorang saksi mata di peron mengaku melihat lonjakan petugas berseragam mendekati salah satu gerbong. "Pintunya dibiarkan terbuka sedikit, tapi ada petugas yang berdiri di dekatnya," ujar saksi.
Manajemen KRL belum merilis pernyataan resmi soal penyebab teknis. Namun, sumber internal menyebut ada indikasi gangguan pada sensor pintu. Evaluasi menyeluruh dijadwalkan setelah kereta tiba di Depok.
Evakuasi Tidak Diperlukan
Tidak ada laporan korban jiwa maupun cedera. Proses evakuasi penumpang tidak dilakukan karena perjalanan dinilai masih aman dengan pengawasan petugas. Penumpang diimbau tetap di dalam gerbong dan tidak mendekati pintu bermasalah.
Petugas KRL dan operator terus memantau kondisi kereta. Sistem keamanan manual diterapkan sebagai langkah darurat. "Kami pastikan keselamatan penumpang jadi prioritas," kata petugas di lokasi.
Perkembangan Terkini
Hingga berita ini diturunkan, KRL masih melanjutkan perjalanan. Pengguna jasa diminta memantau informasi resmi untuk pembaruan jadwal. Potensi keterlambatan susulan di jalur Bogor masih mungkin terjadi.
Ini bukan insiden pertama terkait pintu KRL. Sebelumnya, sejumlah keluhan soal pintu otomatis pernah muncul. Namun, kejadian dengan pengawalan petugas hingga Depok tergolong langka dan menjadi sorotan.
UPDATE — Penumpang diimbau bersiaga dan mengikuti arahan petugas. Perkembangan lebih lanjut akan kami kabarkan secepatnya.
Comments (0)