BARU SAJA — Pemerintah mengonfirmasi pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging akan dimulai tahun depan. Fasilitas ini menjadi solusi permanen atas kelebihan produksi peternakan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan proyek strategis ini telah melalui pembahasan lintas kementerian. Koordinasi dilakukan bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
"Insyaallah tahun depan kita sudah bisa mulai," ujar Amran di Jakarta, Jumat (9/10).
Target Rampung 1,5-2 Tahun
Pembangunan pabrik diproyeksikan selesai dalam kurun 1,5 hingga dua tahun. Pemerintah menyiapkan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu ke hilir.
- Mulai konstruksi: 2027
- Durasi: 1,5-2 tahun
- Output: tepung telur dan tepung daging
- Tujuan: serap kelebihan produksi, tekan impor
Fasilitas ini dirancang menyerap kelebihan produksi telur, daging, dan ayam. Selama ini surplus komoditas tersebut kerap menekan harga di tingkat peternak.
Solusi Permanen Hentikan Impor
Setelah pabrik beroperasi, pemerintah berencana mengendalikan impor tepung telur. Kebutuhan pasar akan dipenuhi dari produksi dalam negeri.
"Ini solusi permanen. Fundamental," tegas Amran.
Ia menekankan pabrik ini mengubah produk berlebih menjadi barang bernilai tambah. Peternak tidak lagi bergantung pada penjualan bentuk segar.
Menurut Amran, langkah ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Kerugian musiman yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu diharapkan hilang.
"Mengurangi devisa kita, yang ribuan tahun kita impor," tuturnya.
Dampak ke Peternak
Kebijakan ini disebut sebagai jawaban jangka panjang atas gejolak harga komoditas ternak. Pemerintah ingin memastikan ekosistem berjalan stabil usai pabrik berdiri.
Pengamat menilai realisasi proyek ini bergantung pada kesiapan lahan, teknologi pengolahan, dan pasokan bahan baku berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal lokasi pabrik dan nilai investasi. Perkembangan selanjutnya akan dilaporkan secara berkala.
Comments (0)