BARU SAJA — Badan Geologi memastikan kabar tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau adalah berita palsu atau hoax yang beredar luas di media sosial.
Informasi menyesatkan itu dikonfirmasi tidak berdasar. Status resmi gunung saat ini tetap Waspada atau Level II.
"Informasi tersebut adalah hoax," tegas Badan Geologi dalam pernyataan resminya, seperti dikutip menit lalu.
Fakta Kunci yang Dikonfirmasi
- Isu tsunami 60 meter beredar viral di jagat maya.
- Badan Geologi nyatakan kabar itu tidak benar.
- Status Gunung Anak Krakatau: Waspada (Level II).
- Tidak ada peringatan dini tsunami resmi dikeluarkan.
- Masyarakat diminta tenang dan tidak panik.
Kabar bohong itu menyebar cepat. Banyak warganet membagikan ulang tanpa verifikasi. Kepanikan sempat melanda sejumlah grup percakapan.
Saksi mata di sekitar Selat Sunda mengaku resah. Namun mereka tidak melihat tanda-tanda bahaya luar biasa. Aktivitas gunung terpantau normal dalam level waspada.
Imbauan kepada Masyarakat
Badan Geologi mengimbau publik tidak mudah percaya. Cek informasi hanya dari sumber resmi. Jangan sebarkan konten belum terverifikasi.
- Ikuti kanal resmi Badan Geologi dan PVMBG.
- Abaikan pesan berantai tanpa sumber jelas.
- Laporkan hoax ke pihak berwenang.
- Warga pesisir tetap siaga sesuai prosedur.
Anak Krakatau memang aktif. Erupsi kecil kerap terjadi. Tapi lonjakan status belum terjadi saat ini.
Pemerintah daerah diminta sosialisasi cepat. Tim kebencanaan bersiaga. Evakuasi hanya dilakukan jika status naik.
Masyarakat diharap tetap waspada. Namun waspada bukan berarti panik. Informasi hoax justru memperburuk situasi.
UPDATE — Badan Geologi terus memantau perkembangan. Perubahan status akan diumumkan resmi. Hingga berita ini diturunkan, Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada.
Perkembangan selanjutnya akan dilaporkan segera. Tetap ikuti kanal terpercaya. Jangan jadi korban hoax.
Comments (0)