JAKARTA — Hyundai IONIQ 9 BARU SAJA mencatat fenomena tak terduga di pasar mobil listrik Indonesia: pemilik IONIQ 5 berbondong-bondong naik kelas ke model termahal Hyundai itu.
KONFIRMASI datang langsung dari Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto. Ia menyebut lonjakan peminat IONIQ 9 mengejutkan manajemen.
"Kami tidak menyangka konsumen Indonesia cukup premium dengan harga sekitar Rp1,49 miliar," ujarnya saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/10).
Fakta Kunci di Lapangan
- Harga IONIQ 9 kini mulai Rp1,62 miliar di situs resmi Hyundai.
- IONIQ 5 dipasarkan mulai Rp809 jutaan — selisih hampir dua kali lipat.
- Sejumlah pemilik IONIQ 5 dikonfirmasi pindah ke IONIQ 9.
- Animo di GIIAS 2026 dilaporkan melampaui ekspektasi manajemen.
Perpindahan itu terjadi di tengah gejolak ekonomi yang menekan daya beli. Namun Fransiscus menilai segmen premium Indonesia masih solid.
"Indonesia kelihatannya masih ada segmen premium yang mampu membeli kendaraan seperti itu," lanjutnya.
Spesifikasi yang Bikin Lirik
Dari sisi dapur pacu, IONIQ 9 mengandalkan baterai 110,3 kWh dipadukan penggerak empat roda (AWD).
- Tenaga puncak: 422 dk
- Torsi maksimal: 700 Nm
- Jarak tempuh klaim NEDC: 734 kilometer
- Pengisian 10–80 persen: 24 menit via ultra fast charging
Kabin baris kedua memakai konfigurasi captain seat dengan slot USB-C 100 watt. Jok pengemudi dilengkapi fitur ergo-motion untuk kenyamanan berkendara jarak jauh.
Peta Persaingan Berubah
Perkembangan ini menandai pergeseran strategi konsumen EV di Tanah Air. IONIQ 5 sebelumnya mengisi kelas menengah atas dan menjadi gerbang masuk ke ekosistem listrik Hyundai.
Kini IONIQ 9 mengambil alih posisi puncak sebagai produk termahal di jajaran EV Hyundai Indonesia. Manajemen HMID menyatakan respons pasar berada di luar perhitungan awal.
Saksi mata di GIIAS 2026 melaporkan antrean calon pembeli mengelilingi unit display IONIQ 9 sepanjang pameran berlangsung.
UPDATE terbaru: Hyundai belum merilis angka penjualan resmi, namun sinyal permintaan dari segmen premium disebut tetap kuat meski tekanan ekonomi berlanjut.
Pasar menanti apakah tren naik kelas ini berlanjut ke kuartal berikutnya — atau sekadar lonjakan musiman pasca-pameran.
Comments (0)