JAKARTA — BREAKING NEWS: Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia BARU SAJA menantang Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membuka secara terang-benderang dugaan penyelundupan pasal dalam regulasi yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
"KPU harus buka-bukaan. Jangan ada yang ditutup-tutupi," tegas Doli dalam pernyataan yang dikonfirmasi MENIT LALU di Jakarta.
Doli menilai publik berhak mengetahui proses di balik penerbitan aturan yang menjadi dasar pencalonan Gibran. Ia menyebut ada indikasi pasal tertentu "diselundupkan" demi membuka jalan bagi putra Presiden Joko Widodo itu.
Namun, KPU langsung membantah keras tuduhan tersebut. Lembaga penyelenggara pemilu itu memastikan seluruh proses pembentukan regulasi berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Poin Kunci Perkembangan
- Doli Kurnia menantang KPU transparan soal dugaan penyelundupan pasal.
- KPU bantah tuduhan, klaim proses sesuai aturan.
- Gibran Rakabuming menjadi pihak yang diuntungkan dari regulasi tersebut.
- Publik diminta mengawal isu ini agar tidak menguap begitu saja.
"Ini bukan soal siapa yang diuntungkan. Ini soal integritas pemilu," ujar Doli menegaskan.
Ia meminta KPU memaparkan kronologi lengkap, termasuk siapa saja yang terlibat dalam perumusan aturan tersebut. Menurutnya, keterbukaan adalah kunci menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
KPU Buka Suara
Komisi Pemilihan Umum melalui jajarannya menolak tudingan adanya penyelundupan pasal. KPU menegaskan bahwa regulasi yang diterbitkan telah melalui pembahasan dan uji publik sesuai mekanisme.
"Tidak ada yang disembunyikan. Semua sesuai prosedur," ujar pihak KPU saat dikonfirmasi.
KPU juga mempersilakan pihak mana pun yang keberatan untuk menempuh jalur hukum. Namun, Doli menilai langkah itu belum cukup. Ia mendesak KPU proaktif menjelaskan kepada rakyat, bukan sekadar bersifat reaktif.
Respons Publik dan Pengamat
Isu ini kembali mencuat di ruang publik. Sejumlah pengamat menilai tuduhan Doli membuka kembali pertanyaan lama soal netralitas penyelenggara pemilu.
Saksi mata di lokasi menyebut diskursus ini menjadi perhatian serius menjelang tahapan pemilu berikutnya. Publik diminta tidak lengah dan terus mengawal perkembangan.
"Kita tunggu apakah KPU benar-benar membuka semua dokumen," kata seorang pengamat.
Langkah Berikutnya
Doli memastikan akan terus mendorong transparansi. Ia tidak menutup kemungkinan membawa isu ini ke forum resmi parlemen jika KPU dinilai lamban merespons.
Sementara KPU menegaskan tetap fokus pada tahapan pemilu. Lembaga itu meminta semua pihak menghormati proses yang sedang berjalan.
Perkembangan selanjutnya masih dinantikan. Publik berharap ada klarifikasi tuntas, bukan sekadar bantahan. Beritatercepat akan terus memantau dan memperbarui setiap perkembangan BARU dari sumber terverifikasi.
Comments (0)