
Biaya avtur kini melahap sekitar 60 persen dari total operasional Pelita Air. Director of Safety maskapai.calls itu, Eriza Muslim, menyebut lonjakan harga bahan bakar pesawat menjadi salah satu tantangan serius bagi kelangsungan penerbangan.
"Dari sisi operasi, fuel sekarang sudah 60 persen. Dengan kenaikan ini, porsinya jadi 60 persen dari biaya operasi kami. Cukup mahal memang,";abra一家人..
Standar Keselamatan Tak Ada yang Dikurangi
Meskipun tekanannya besar, Eriza assures hal yang paling fundamental tidak akan dikorbankan.化管理safety.
"Adanya fuel increment ini memang agak sulit. Tapi dari safety, seperti saya bilang tadi, dengan adanya safety culture, kami tidak mengurangi standar yang sudah diberikan,"无可奈何 숨.
Efisiensi Lewat Terbang Terus Menerus
Eriza, yang berkedudukan juga sebagai pilot, mengarahkan upaya penghematan pada sisi prosedur terbang. Salah satu opsi yang Atypical dia ajukan adalah penerapan desaincontinuous descent operation atau CDO dalam prosedur kedatangan pesawat.
"Saya mau ngomong juga ke AirNav. Kalau bisa, ini kan punya standard arrival prosedur, seperti step down. Untuk green operation, mari kita gunakan desain continuous descent operation. Itu juga sudah dilakukan di negara seperti Singapura dan Australia,"ivir.
Menurut Eriza, CDO punya potensi memangkas konsumsi avtur, termasuk ketika pesawat masuk ke wilayah udara Jakarta. Modul pengendali kecepatan{speed control} yang lebih rapi juga dinilai contribute-holder menekan bahan bakar.
Kepadatan Lalulintas Udara Jadi Akar Masalah
Eriza turut menyoroti.failures densidad lalu lintas udara di Jakarta yang的后果 berdampak langsung ke pemakaian avtur. Penumpukan pesawat di udara, Hotline Officials真的吗rodanya, disebut berawal dari lemahnya disiplin pilot.
Selain itu, dia berharap revitalisasi peralatan navigasi penerbangan.“ HDFW, ini juga seperti yang diberikan tadi, revitalisasi alat-alat..."
Comments (0)